SCCP (Signalling Connection Control Part)
Adalah protokol layer selanjutnya setelah MTP. Pada dasarnya SCCP ini menyediakan pengalamatan dan routing capabilities. SCCP digunakan untuk end-to-end routing dengan menggunakan MTP untuk menyampaikan message dari node satu ke node yang lain, selain itu SCCP juga memberikan service bagi protokol di atasnya seperti halnya TCAP (Transaction Capability Application Part).
Penggunaan GTT (Global Title Translation) sebagai actual destination merupakan salah satu fungsi dari STP. Dimana MTP menggunakan point code tujuan sebagai pengalamatan interconecting node, SCCP menggunakan empat informasi: calling/called party number, DPC (Destination Point Code), subsystem number dan translation type. DPC biasanya adalah pengalamatan dari STP yang menunjukkan suatu GTT. Subsystem number adalah logical address yang di tentukan dari application database. Sebuah SCP bisa jadi memiliki aplikasi database yang banyak (multiple application database), jadi subsystem digunakan untuk memeriksa database yang digunakan. SS7 message di routing kan menggunakan MTP ke STP yang dituju dengan berdasarkan GTT nya. Di sini STP akan memeriksa called party address dan meneruskan ke tabel Global Title untuk mendapatkan informasi routing selanjutnya. Type translation di sini digunakan untuk peng identifikasi-an, dimana Global Title Table merujuk ke suatu STP yang memiliki list GTT tersebut. Global Title Table memberikan informasi mengenai DPC ke sebuah message sehingga dapat di route kan menggunakan MTP.
Proses operasi TCAP membutuhkan kedua routing MTP dan SCCP. MTP digunakan didalam hubungan dengan SCCP untuk route dari message ke network. Messages responses are generally MTP routed back to the OPC (Originating Point Code).
DPC yang berada di dalam TCAP message’s akan memberikan informasi GTT. TCAP message berisi inforamsi mengenai type subsystem dan translasi. TCAP message adalah sebuah MTP yang di route kan ke GTT STP. Saat message dikirimkan ke sebuah STP, SSP akan mengecek status dari line original calling party’s dan memberikan respon ke CLASS subscriber’s switch. Respon ini di routingkan MTP menggunakan point code dari CLASS subscriber’ switch sebagai DPC nya.
Upper Layer
Lapisan atas dari SS7 menggunakan beberapa protocol yang berbeda yang terbagi menjadi 2 “area” : user parts dan application parts. User Parts digunakan untuk memberikan service connection-oriented seperti misalnya call set-up dan disconnect. Application parts biasa mensupport untuk jenis service connection-less seperti call routing, informasi profile subscriber, akses database.
- ISUP (ISDN User Parts)
Di Amerika Utara, ISUP merupakan protokol yang dihunakan untuk membangun hubungan antar switching. Pada beberapa negara yang mengembangkan SS7, protokol yang digunakan untuk membangun dan memutuskan hubungan antar switching menggunakan TUP (Telephone User Parts).
ISUP menggunakan message types untuk mengetahui exchange information yang diperlukan untuk membangun hubungan antar network switch. Message tersebut biasanya di route kan menggunakan pengalamatan MTP
Contoh, pelanggan men-dial 10 digit nomor. Dari nomor yang di dial tersebut, tabel routing di wireless switching akan menentukan bahwa panggilan tersebut harus di switch kan ke local access tandem untuk di routingkan ke interexchange carrier. Wireless switch akan meng-create ISUP message (sebuah IAM, Initial Address Message), dengan menggunakan point code dari access tandem sebagai DPC nya, dan trunk group antara wireless switch dan access tandem sebagai CIC (Circuit Identification Code) nya. Message tersebut dikirim oleh A-links dari wireless switch ke STP. STP memeriksa DPC nya dan me-route kan message menggunakan MTP ke STP yang terhubung dengan access tandem. STP tersebut mengirim ISUP message ke access tandem switch. STP harus memiliki routing table dan gateway screening untuk proses peroutingan, sehingga jika ada message dari network yang tak dikenal, message tersebut dapat ditolak.
Access tandem switch memiliki semua informasi yang dibutuhkan untuk melakukan set-up panggilan dan menyiapkan IAM lain untuk switch berikutnya. Setiap IAM berisi calling dan called partys number. Calling party number digunakan oleh oleh terminating exchange untuk memberikan kepada nomor yang dituju berupa informasi dari si pemanggil (Caller ID). Called number digunakan pada tiap taraf penyambungan sebagai referensi routing table agar dapat menetukan bagaimana panggilan dapat di sambungkan.
Final destination switch akan memberikan ISUP message lain, berupa ACM (Address Complete Message) yang mana point code dari switch yang terhubung langsung sebagai DPC nya dan melaporkan bahwa IAM sudah di terima. Pengiriman ACM ini juga memberitahukan bahwa trunk yang di maksud didalam IAM tadi sudah siap untuk proses panggilan tersebut. ACM akan terus di-launch leg by leg sampai access tandem mengirim ACM terakhir ke originating wireless switch. Dengan catatan, voice circuit tidak akan terhubung antar dua sisi sampai destination party’s meng-off hook panggilan tersebut.
Saat sebuah IAM dikirimkan ke switch called subscriber, switch akan menetukan apakah called party sibuk atau tidak. Jika called party’s dalam keadaan sibuk, maka sebuah pesan release (REL) akan di kirimkan ke originating switch dan trunk yang tadinya sudah disiapkan juga akan di release. Pada keadaan ini busy tone akan di berikan oleh originating switch, dengan demikian akan menghemat network resources. Jika called party’s dalam keadaan tidak sibuk, ACM akan di kirimkan dan ring tone akan di berikan oleh destination switch kepada called party’s dan ring back tone di kirim ke calling party. Jika called party menjawab panggilan tersebut, sebuah ISUP dalam hal ini Answer Message (ANM) akan di -create dan panggilan tersebut akan berlangsung.
Jadi, untuk sebuah panggilan akan memerlukan beberapa SS7 messages dan akan melalui beberapa STP.
Dengan digunakannya signalling untuk proses pembentukan hubungan, maka informasi-informasi mengenai keadaan dari network tersebut juga akan didapatkan. Sebagai contoh, operator dapat menggunakan data-data dari ISUP message untuk membuat detil record panggilan dan mengcreate tagihan panggilan tersebut. Atau bisa juga operator menggunakan data-data di ISUP untuk mengetahui penyebab panggilan-panggilan yang gagal. Dengan ISUP message tersebut akan memberikan kode-kode penyebab kegagalan panggilan tadi dan meng-identifikasikan dimana letak masalah kegagalan panggilan tadi.
Penjelasan lebih lanjut mengenai ISUP Protokol, dapat dibaca di ITU-T series Q.761-Q.766.
- TCAP (Transaction Capability Part)
Sebuah SSP menggunakan TCAP untuk meminta routing number ke sebuah SCP. Dan SCP pun menggunakan TCAP untuk merespon balik dengan memuat informasi routing number ke SSP. Saat sebuah mobile subscriber berada di MSC yang bukan asalnya (MSC lain), atau katakanlah berada di area MSC baru, maka VLR akan meminta profil2 yang berhubungan dengan pelanggan tersebut ke HLR nya subscriber tersebut menggunakan Mobile Application Part (MAP) yang dimuat di dalam TCAP. TCAP ini berisi SCCP yang merupakan bagian dari sebuah MSU. TCAP message terdiri dari transaction portion dan component portion.
- Transaction Portion; menyediakan informasi routing dan informasi lainnya seperti halnya transaction ID yang di gunakan untuk melacak TCAP message.
- Component Portion; menyediakan tool komunikasi yang di gunakan untuk meng-inisiasi operas, terutama mengenai message-message, return errors, reject dan lain-lain
sumber:
- Wireless Intelligent Networking, by Gerry Christensen; Paul G. Florack; Robert Duncan





Waah..udah keren nih web-nyaa
By: Ifa on July 4, 2007
at 4:28 pm
wah isih belajaran kok mbak Ifa, di tunggu saran&tips nya biar makin bagus. trims…
By: Nurcholis on July 5, 2007
at 1:31 am
Ha..ha…kok mirip tek ku sih
By: maztikno on July 10, 2007
at 5:21 am
yo maklum kang tikno, niru-niru guru ne…
By: Nurcholis on July 16, 2007
at 7:03 am
mas cholis
ni saya tiko yang sdg magang di lintasarta
mnt bantuanya
tunjukin dong artikel2 ttg BWA 1
tahapan penanganan gangguan pd sisi ST
buat laporan nih
By: tiko on August 10, 2007
at 3:49 am
Waduh, nah ini dia…
Saya rasa kalo di LA TBS nya dah ada dech buku2 nya. Kalo saya kan bisanya cuman mandu pelanggan lihat indikator modem & mandu reset modem. Pinter2 berbusa deh mulutnya. Kalo penanganan ggn untuk sisi ST ( -red. ST apa CT?) saya juga ga paham betul
By: Nurcholis on August 10, 2007
at 7:26 am
mas cholis kan helpdesk mengerti tentang BERT ga..?
bantu penjelasannya, topologinya dong(materi bentuk PDF atau word nanti saya download)
plisss help me
mas saya sedikit mau curhat boleh kan?
tadi saya sharing dengan bos. beliau menanyakan perkembangan tentang saya. dapat ilmu apa dan laporannya bgaimana.waktu tinggal sebulan meninggalkan LA.sebenarnya dia tadinya pingin merengkrut saya di LA.tapi niatnya diurungkan ketika saya menjelaskan tentang wireless. mungkin dia sedikit kecewa dengan saya. bodohnya saya kenapa yang saya dalami hanya wireless saja di sini. ternyata beliau perhatikan saya. dia memberi arahan “kenapa kamu tidak mempelajari tentang passport dan martis”
konsep MPLS, VPN IP yang berhubungan dengan passport n martis. kalo kamu menguasai itu banyak perusahan yang mencari kamu.katanya
saya bener2 kecewa pada diri saya.
dalam hati dan tekat saya..ingin berubah menjadi lebih baik.
tapi saya butuh waktu. step by step.
dalam pikiran saya kesempatan ga datang dua kali.
mas pencerahan apa yang harus saya ambil?
By: tiko on August 22, 2007
at 4:25 am
mas cholis, bisa tolong jelasin tentang alur yang terjadi saat mobile originating call ga? berikut message type dan bit2 yang terkandung di dalamnya…
terima kasih sebelumnya…
lagi ngerjain skripsi niy..he3
mohon masukannya ya mas cholis…
terima kasih sekali lagi…
By: Lia on March 24, 2008
at 8:51 am